Apa yang Dimaksud dengan Daya Saing?


Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian singkat mengenai topik seputar daya saing perekonomian yang akan saya tulis dalam beberapa posting ke depan.

Kuatnya daya saing nasional menjadi salah satu target yang ingin dicapai Indonesia. Hal ini misalnya tercermin dari Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang di dalamnya secara gamblang tertulis:
"Mewujudkan industri yang madiri, berdaya saing, dan maju serta industri hijau."
Maka apa yang dimaksud dengan daya saing?

Kata daya saing merupakan gabungan dari dua kata: "daya" dan "saing". "Daya" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna:

(1) kemampuan melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak;

(2) kekuatan, tenaga;

(3) muslihat;

(4) akal, ikhtiar, upaya.

Sedangkan "saing" adalah berlomba (atas-mengatasi, dahulu-mendahului).

Maka daya saing menurut KBBI adalah kemampuan untuk berlomba.

Berdasarkan pengertian ini, seorang murid atau mahasiswa yang mampu meraih nilai tertinggi di sekolahnya adalah seorang yang bisa dikatakan memiliki daya saing.

Seorang atlet lari yang bisa sukses berlari sampai garis finish dan berada di posisi 3 besar pun dapat dikatakan seorang yang memiliki daya saing.

Maka suatu negara yang sanggup berlomba-lomba dengan negara lainnya untuk menyejahterakan rakyatnya bisa dikatakan sebagai negara yang memiliki daya saing.

World Economic Forum (WEF) sebagai suatu lembaga internasional yang telah mengukur daya saing negara-negara di dunia sejak tahun 1979 mendefinisikan “daya saing” sebagai:

“suatu set institusi, kebijakan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas suatu perekonomian”

Daya saing tersebut pada akhirnya akan menentukan tingkat kesejahteraan yang dapat dicapai oleh suatu perekonomian.

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mendefinisikan daya saing suatu negara sebagai:

“derajat sejauh mana suatu negara, dalam kondisi pasar bebas dan adil, bisa memproduksi barang dan jasa yang memenuhi pengujian pasar internasional, sambil secara simultan mengelola dan memperluas tingkat pendapatan riil masyarakatnya di jangka panjang”.

Menurut, Zagloel dan Jandhana dalam papernya yang berjudul “Literature Review of Industrial Competitiveness Index: Research Gap” (2016), konsep daya saing pada dasarnya bersifat multidimensi dan sangat kompleks.

Di bidang ilmu ekonomi, istilah daya saing biasanya diaplikasikan pada persaingan di pasar dalam negeri dan global. Jika dulu konsep tersebut lebih dimaknai sebagai konsep keunggulan komparatif-nya David Ricardo (Principles of Political Economy and Taxation, 1819), kini ketika perekonomian global semakin berkembang, daya saing menjadi kunci sukses bagi perusahaan, sektor, maupun negara untuk berpartisipasi di platform ekonomi global.

Zagloel dan Jandhana dalam paper tersebut mengutip definisi daya saing menurut Lengyel (2005), yakni keahlian yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan maupun negara-negara untuk meraih posisi dan mengelola dirinya sendiri (mandiri) di persaingan pasar.

Meski berbagai definisi di atas berbeda-beda, namun kita masih tetap dapat mengambil inti atau benang merah apa yang dimaksud dengan daya saing suatu negara, yaitu kemampuan suatu negara untuk berjuang di kancah global untuk menyejahterakan rakyatnya.

Bersambung ke Bagian 2: "Produktivitas dan Daya Saing"

Iqbal - InspirasiEkonomi.com

Comments

Popular Posts